Ketika sepasang manusia yang memutuskan untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan, tentulah rencana tersebut sangat membuat keduanya bahagia. Dimana dalam sebuah pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang sedang dilanda asmara. Tetapi didalam pernikahan ini pun banyak pihak yang terlibat. Yaitu menyatukan dua buah kerluarga menjadi satu keluarga.
Dalam komitmen pacaran, pasti semua pasangan menginginkan untuk bisa lebih jauh dalam sebuah hubungan. Yaitu bisa sampai pada jenjang pernikahan. Untuk sampai kearah yang lebih jauh tidak hanya diperlukan cinta. Tapi banyak proses yang dilaui untuk sampai kesana.
Komitmen dengan pasangan, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah menikah. Dan banyak batasan yang awalnya sangat menyiksa karena kita belum terbiasa. Tapi pada akhirnya semua komitmen yang dibuat untuk bisa menyatukan dua ego kedalam satu rasa cinta.
Tegang rasa dan rasa saling memiliki terhadapa pasangan mungkin bisa menjadi andil besar dalam sebuah hubungan. Dan tentu saja harus ada sebuah kepercayaan untuk menjalin sebuah hubungan. Apalagi hubungan yang sudah berjalan kearah pernikahan.
Pernikahan yang saya tahu itu suci. Kita harus bisa menjaga perasaan pasangan, harus bisa menjaga harga diri dan martabat yang menjadi sahabat kita. Setidaknya mental kita harus lebih siap di bandingkan hanya sebuah hubungan yang belum menentukan arah ujung.
Bukan berarti dengan menikah lantas langkah kita berhenti karena apa yang kita idam-idamkan sudah berada dalam genggaman kita. Justru dengan menikah ini lah kehidupan nyata dan baru yang akan kita hadapi.
Jangan pernah takut untuk membuat kesalahan sebanyak mungkin, tapi tidak dengan kesalahan yang sama. Karena dari kesalahanlah kita mendapatkan pelajaran yang tidak pernah kita dapati hanya dengan membaca buku.
Yakinkan seseorang yang memang pantas dan layak untuk bisa menjadi pedamping kita. Berusaha untuk menerima kekurangan pasangan kita karena kita pun takkan pernah luput dari kesalahan.